lazada.co.id
Home » , , » Cara Menyusun SKP PNS untuk Jabatan Fungsional Umum (JFU)

Cara Menyusun SKP PNS untuk Jabatan Fungsional Umum (JFU)

Written By Gus Priyono Koes on 17 Apr 2013 | Rabu, April 17, 2013

Kali ini saya melanjutkan bagaimana cara penyusunan SKP yang lebih pragmatis. Posting kali ini saya tujukan kepada teman-teman PNS yang saat ini masih memegang jabatan fungsional umum (staf pelaksana). Namun, sebelum itu, di tempat teman-teman sudah pernah diadakan pemetaan jabatan atau belum? Pemetaan jabatan dilaksanakan dengan Analisis Jabatan.

Sebagaimana diketahui, Analisis Jabatan (Anjab) dilaksanakan untuk mengetahui informasi jabatan dan peta jabatan dalam struktur organisasi. Misalnya Sdr Fulan adalah seorang Pelaksana (staf) tugas sehari-hari mengantar surat, maka jabatan Sdr. Fulan setelah dilakukan Anjab memiliki sebutan sebagai Caraka. Seorang PNS sebut saja Sdr. Djatmiko, sehari-hari melaksanakan tugas memilah, mengagendakan dan mendistribusikan surat masuk maupun keluar di suatu organisasi, sebutan jabatan untuk Sdr. Djatmiko adalah Pengadministrasi Umum. Makanya dalam penyusunan SKP, antara jabatan yang tertulis harus singkron dengan uraian jabatan/tugas yang tertuang dalam SKP.

Lebih lanjut, analisis jabatan dilaksanakan untuk menghitung kebutuhan pegawai melalui perhitungan (analisis) beban kerja, karena dalam analisis beban kerja disebutkan uraian jabatan. 
Menuliskan uraian jabatan/tugas juga harus jelas dan rinci. Uraian tugas setidaknya harus bisa menjawab WHW (What (What do you do?), How (How do you do?) dan Why (Why do you do it?). Berikut uraian tugas yang bagus dan yang tidak lengkap. Bandingkan antara uraian tugas A (asal buat) dan B (yang benar, menurut kaidah WHW meskipun ada beberapa yg tidak sempurna)
Contoh Uraian Tugas yang Salah dan Benar
Berikut saya kutipkan bagaimana contoh pembuatan SKP bagi staf (jabatan fungsional umum/JFU) bernama Djatmiko Agus Heriyanto yang tugasnya sebagai Pengadministrasi Umum (JFU), dengan uraian tugas sebagai berikut.

  1. Memilah surat, faksimile masuk/keluar sesuai waktu/tanggal penerimaan / penerbitan, serta jenis dan sifatnya,  agar mudah dalam pengagendaan / pengiriman. 
  2. Mengagenda surat, Faksimil Masuk/keluar dengan cara mencatat dalam buku catatan khusus sesuai urutan waktu tanggal penerimaan / terbit untuk tertib administrasi
  3. Membubuhkan kartu disposisi dan mencantumkan asal surat, faksimile nomor dan tanggal surat, faksimile, kapan diterima untuk tindak lanjut
  4. Mendistribusikan surat, faksimile, dokumen sesuai disposisi pimpinan kepada Kepala Bidang di lingkungan BKPP untuk mendapatkan tindak lanjut
  5. MenggandAkan surat , faksimile masuk/keluar sesuai kebutuhan atau arahan pimpinan
  6. Menyimpan surat, salinan faksimile keluar-masuk, dan dokumen sesuai arahan pimpinan
  7. Membuat rekapitulasi daftar hadir pegawai BKPP pada setiap akhir bulan
  8. Menyusun laporan daftar hadir pegawai BKPP tiap akhir/awal bulan
Umpamanya Sdr. Djatmiko Agus H, ingin menyusun SKP dan membuat target kinerjanya, sehingga Sdr. Djatmiko menyusun SKP seperti berikut:
SKP PNS Jabatan Fungsional Umum
Demikianlah, bagaimana Sdr. Djatmiko seorang PNS jabatan fungsional umum menyusun sebuah SKP lengkap dengan target yang akan dicapai. Dalam hal menyatakan target, misalnya dalam satu tahuan Sdr. Djatmiko menargetkan kuantitas (output) 15.000 surat harus diolah dengan 100% target mutu (kualitas) dalam target waktu penyelesaian selama 12 bulan. 


Dalam menyusun target kuantitas, karena belum diketahui berapa banyak surat masuk yang harus diiolah, Sdr. Djatmiko merujuk pengalaman tahun lalu, yaitu sebanyak 15.000 surat masuk. 

Sesudah SKP dibuat/disusun, lalu SKP disahkan oleh atasan langsung sebagai Pejabat Penilai. Dalam hal atasan langsung tidak mau mengesahkan, Sdr. Djatmiko langsung membuat laporan secara tertulis kepada atasan pejabat penilai, keputusan atasan pejabat penilai bersifat final.

SKP dibuat pada awal tahun (2 Januari), dan selanjutnya SKP disimpan oleh atasan langsung, selanjutnya atasan langsung membuat buku catatan yang memuat penilaian-penilaian kepada Sdr. Djatmiko selama satu tahun penilaian.


Demikian yang dapat saya berikan. Tunggu simulasi lanjutan yaitu penyusunan SKP bagi pegawai fungsional tertentu dan Pejabat Struktural. Tunggu juga posting saya tentang simulasi penilaian kinerja PNS dengan menggunakan aplikasi MS. Excel. (Sumber Referensi: Perka BKN No 1 Tahun 2013). 


Semoga bermanfaat.

Incoming SEO:
Cara Menyusun Sasaran Kerja Pegawai, PP 46 Tahun 2011, Simulasi Penyusunan SKP, Kewajiban PNS, Tanggung Jawab PNS, DP3 diganti dengan SKP, Catatan Go Blog Menyusun SKP, Analisis Jabatan, Anjab, ABK, Cara membuat Uraian Tugas, Job Description. Cara menyusun uraian tugas jabatan guru, contoh uraian tugas auditor, contoh uraian tugas dokter
Share this article :

6 comments:

catatan kecilku mengatakan...

Ijin baca2 dulu aja deh... biar lebih paham nih :D

telcan mengatakan...

Hosted business phone system is an ideal solution for business now. You don't have to worry about installing any software or hardware. However, can have access to all the features large business have. The best part is the price is very affordable. It starts from about $10/month. With this system you don't need a separate business phone line. You can use your personal cell phone or home phone. You will sound as professional as fortune 500 companies. I have been using IP PBX from Telcan. I believe they provide the IP PBX at the best price. They even gurantee to beat any lower price by 10%.

Anonim mengatakan...

mohon dijelaskan cara menghitung SKP, jika aspek waktu memiliki tingkat efisiensi > 24%
terima kasih

wap koes mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaannya kepada Bapak/Ibu yang menanyakan penghitungan nilai SKP jika aspek waktu memiliki tingkat efisiensi > 24%.
Untuk masalah di atas jika Untuk aspek waktu tingkat efisiensi > 24% (lebih dari dua puluh
empat persen) diberikan nilai cukup sampai dengan buruk.
Penghitungan menggunakan rumus:
Nilai capaian SKP = 76-{(1,76xTW-RW)/ TW) x 100 - 100)}. menuliskan rumus di area komentar ini agak sulit, sebaiknya Bapak/Ibu mendownload Perka BKN No 1 Th 2003 dari blog saya.
Trims

rheyfi mengatakan...

Cara penulisan waktu pada skp (12 bln)menurut saya agak aneh, karena jika dibutuhkan waktu 12 bulan untuk memilah dan menyusun surat, maka dapat diartikan Ybs tidak dapat melaksanakan kegiatan lain. Lebih adil rasanya jika *waktu diisi dengan Waktu Pelaksanaan Tugas pada penghitungan beban kerja, sehingga berkorelasi dengan Waktu Bekerja Penuh. Terkecuali untuk Fungsional Tertentu yang dapat diukur melalui Angka Kreditnya

Gus Priyono mengatakan...

Ohh, maaf saya terlampau terlambat membaca komentar Bapak. Menurut hemat saya waktu 12 bulan tersebut adalah pekerjaan yang selalu berkelanjutan sepanjang tahun, karena pekerjaan ybs memang tugasnya tiap hari memilah surat sesuai klasifikasinya.

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pengikut


 
Support : Catatan Go Blog Groups | Your Dongeng Plano | SKP.Info
Copyright © 2013. Catatan Go Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger